KONVENSI BKTI – PII : CALL FOR PAPERS : Rachmad H – STRATEGY ASSEMENT

ANALISIS STRATEGI TECHNOLOGY ASSESSMENT

Abstrak
Penelitian ini membahas tentang penilaian komponen teknologi (Technoware, Humanware, Infoware dan
Orgaware). Penilaian ini menggunakan metode Teknometrik untuk menilai komponen teknologi dan pembobotan
dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) serta penyusunan strategi dengan metode SWOT. Hasil
penelitian menunjukkan nilai TCC berada pada tingkat baik. Tingkat teknologi TCC berada pada tingkat semi
moderen. Nilai THIO komponen teknologi, beberapa kriteria komponen teknologi masih memiliki nilai yang lemah
sehingga perlu beberapa strategi untuk memperbaiki kriteria tersebut. Strategi tersebut antara lain yaitu perusahaan
harus memperbaiki atau menyesuaikan suasana lingkungan produksi dengan standart yang ada, perusahaan harus
selalu melakukan pembaharuan informasi dengan cara meng-up date informasi baru, perusahaan harus memiliki
sistem pengukuran kinerja pekerja dan perusahaan diharap mampu melakukan inovasi.
Kata Kunci : Metode Teknomatrik, Metode Analytical Hierarchy Process, Metode SWOT
PENDAHULUAN
Teknologi secara umum menurut the Economic and Social Commission for Asia and the Pasific (ESCA) of
United Nation (1989), membagi teknologi kedalam empat komponen. Keempat komponen teknologi diperlukan
secara simultan. Transformasi yang dilakukan tidak bisa tanpa salah satu dari keempat komponen tersebut. Keempat
komponen dasar tersebut adalah technoware, humanware, infoware dan orgaware (Purwaningsih et al., 2005).
Technometric telah digunakan dalam banyak analisis untuk pengukuran aspek-aspek teknologi. Keempat komponen
dasar teknologi adalah technoware, humanware inforware dan orgaware berfungsi untuk mengubah input menjadi
output yang mempunyai variasi dan tingkat kompleksitas yang berbeda-beda. Technoware adalah inti dari proses
transformasi. Technoware dikembangkan, diinstal, dioperasikan dan dibangun oleh Humanware dengan
menggunakan inforware yang telah terkumpul sebelumnya. Technoware tidak akan mampu bekerja sendiri dan
berguna jika humanware tidak mempergunakannya. Humanware mempunyai peran kunci didalam proses
transformasi. Humanware menyebabkan technoware menjadi lebih produktif. Inforware merepresentasikan ilmu
pengetahuan yang sedang berkembang. Organware mengkoordinasi inforware, humanware dan technoware dalam
suatu proses transformasi agar proses berlangsung dengan efisien (Susihono, 2012).
Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kinerja teknologi dan menentukan komponen teknologi yang
lemah pada perusahaan. Komponen teknologi yang lemah dilakukan perancangan strategi agar dapat
mengembangkan teknologi. Dengan penilaian komponen teknologi, suatu perusahaan dapat menilai kontribusi setiap
komponen teknologinya. Perusahaan tersebut dapat menyusun strategi pengembangan teknologi. Analisis
technology assessment mempunyai peran antara lain menganalisa dan mengevaluasi secara komprehensif, sistematis
mengenai dampak positif maupun negatif dari pengenalan dan penerapan teknologi yang sudah ada serta
mengidentifikasi wilayah konflik sosial yang tercipta karena penerapan teknologi itu sendiri. Analisis kandungan
teknologi dapat dimanfaatkan dalam lima hal jika dilihat dari sudut pandang penggunaan yaitu perbandingan antar
perusahaan dari perspektif teknologi, nilai state of the art dapat digunakan untuk mengevaluasi kapabilitas
teknologi, kesenjangan teknologi tiap komponen dapat ditelusuri pada tingkat sophistikasi kriteria state of the art,
intensitas komponen kontribusi dapat menjadi alat prioritas perbaikan teknologi, nilai Technology Contribution
Coefficient (TCC) digunakan untuk mengevaluasi teknologi (Susihono, 2012).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya pada perusahaan tersebut maka dilakukan
studi lapangan sehingga bisa menganalisis permasalahan yang ada pada perusahaan tersebut. Untuk membantu
tercapainya tujuan penelitian maka dilakukan studi literatur yang berisi teori yang sesuai dengan konsep yaitu
metode teknometrik, metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) dan SWOT. Langkah-Langkah Metode
Teknometrik yaitu (1) Estimasi Tingkat Sofistikasi. Metode perkiraan yang dilakukan adalah skoring untuk
menentukan tingkat sophistication komponen-komponen teknologi. (2) Penilaian Kecanggihan Mutakhir. Prosedur
penilaian Rating state of the art dapat ditunjukkan dengan rumus sebagai berikut (Susihono, 2012).
��
� =
1
10 |∑� �� ���| � = 1,2 … … . �� ��� = 10 1 |∑��ℎ ℎ��| � = 1,2 … … . �ℎ
�� =
1
10 |∑� �ℎ� �| � = 1,2 … … . �� �� = 10 1 |∑� �� ��| � = 1,2 … … . ��
Dimana :
tik = skor kriteria ke-k untuk technoware item i
hji = skor kriteria ke-i untuk humanware kategori j
fm = skor kriteria ke-m untuk inforware
On = skor kriteria ke-n untuk orgaware
(3) Penentuan Kontribusi Komponen. Berdasarkan pada pengetahuan tentang batas level sofistikasi dan rating state
of the art maka pada langkah ketiga ini data kontribusi komponen kemudian dihitung dengan menggunakan rumus
sebagai berikut (Susihono, 2012) :
��
=
1 9
[��� + ���(��� − ���)] �� =
1 9
[��� + ���(��� − ���)]
� =
1 9
[�� + ��(�� − ��)] � =
1 9
[�� + ��(�� − ��)]
Dimana :
Ti = kontribusi masing-masing item i dari technoware
Hj = kontribusi masing-masing item j dari humanware
I = kontribusi masing-masing item i dari infoware
O = kontribusi masing-masing item o dari orgaware
U = batas atas
L = batas bawah.
(4) Penilaian Intensitas Kontribusi Komponen. Intensitas kontribusi komponen teknologi diperkirakan dengan
menggunakan metode pairwise comparison AHP. Prosedur perkiraannya adalah perusahaan yang diteliti diambil
data bobot perbandingan berpasangan dan harus mempunyai rasio konsistensi 10% (Susihono, 2012). (5)
Perhitungan Persamaan Technology Contibutions Coefficien (TCC). Sebuah perusahaan menunjukkan kontribusi
teknologi untuk keseluruhan operasi transformasi. TCC dihitung dengan menggunakan nilai T,H,I,O dan β yang
telah diperoleh dari persamaan sebagai berikut (Susihono, 2012).
��� = �
�����ℎ��������
Di mana :
T = Kontribusi fasilitas rekayasa terhadap koefisien
kontribusi teknologi
H = Kontribusi kemampuan insan dari manusia
I = Kontribusi akses dan kemampuan teknologi
O = Kontribusi pemanfaatan atas perangkat organisasi
b = Kepentingan relatif kriteria fasilitas rekayasa
Tingkat kepentingan dan definisi dari nilai numerik skala banding berpasangan seperti Tabel 1.
Tabel 1. Nilai numerik skala banding berpasangan
Intensitas dari kepentingan pada skala absolut Definisi
1 Sama pentingnya
3 Agak lebih penting yang satu atas
5 Cukup penting
7 sangat penting
9 Kepentingan yang ekstrim
2,4,6,8 Nilai tengah diantara dua nilai
Sumber : (Riyanto, et all. 2008)
Dalam penenelitian ini Analisa SWOT digunakan untuk merancang strategi pengembangan kontribusi komponen
teknologi untuk berkompetensi dengan pesaing. Hal ini dilakukan setelah mengumpulkan semua informasi yang
berpengaruh terhadap kelangsungan suatu perusahaan, tahap selanjutnya adalah memanfaatkan semua informasi
tersebut selanjutnya akan dipilih strategi yang memungkinkan untuk diaplikasikan di perusahaan air
Hasil dan Pembahasan
Perhitungan Kontribusi Komponen Teknologi
Hasil perhitungan yang dilakukan, kontribusi komponen teknologi (nilai T,H,I dan O) seperti Tabel 2.
Tabel 2. Perhitungan Kontribusi Komponen Teknologi
Komponen LL UL Rating SOA Kontribusi Teknologi (T,H,I,O)
Technoware 3 5 0,63 0,47
Humanware 2 7 0,73 0,64
Infoware 2,33 8 0,66 0,70
Orgaware 4 6 0,8 0,62
Urutan kontribusi terbesar sampai terkecil adalah Infoware dengan nilai 0,70, Humanware dengan nilai 0,64,
Orgaware dengan nilai 0,62 dan untuk urutan terkecil yaitu technoware dengan nilai 0,47. Hasil perhitungan
kontribusi komponen teknologi tadi, maka dapat ditampilkan dalam bentuk diagram THIO seperti Gambar 1.
Perhitungan TCC
Hasil dari perhitungan TCC seperti Tabel 3.
Tabel 3 Hasil perhitungan TCC
Hasil dari perhitungan TCC = 0,470,321 x 0,640,321 x 0,700,074 x 0,620,284 = 0,579.
Perusahaan berada pada tingkat baik karena termasuk pada harga TCC (0,5 < TCC ≤ 0,7) yang memiliki tingkat
klasifikasi baik. Tingkat teknologi perusahaan ini termasuk pada semi modern karena termasuk pada harga TCC
(0,3 < TCC ≤ 0,7).
Penentuan Nilai Kontribusi Komponen Terlemah
Penentuan nilai kontribusi komponen terlemah yaitu dapat dilihat dari hasil perhitungan kontribusi setiap
komponen teknologi. Untuk penilaian kriteria komponen teknologi seperti Tabel 4.
Tabel 4. Penilian kriteria komponen teknologi
Rekomendasi Strategi Pengembangan Komponen Teknologi
Rekomendasi dapat meminimalisir kelemahan yang ada dalam internal perusahaan dan menghindari adanya
ancaman dimana hal ini sebagai faktor ekstrenal di perusahaan tersebut dengan memanfaatkan peluang dan kekuatan
yang ada. Hasil perancangan strategi dengan analisa SWOT, untuk memperbaiki kriteria yang lemah di perusahaan
seperti Tabel 5.
Tabel 5 Rekomendasi strategi kriteria komponen yang lemah
No Komponen Teknologi Strategi
Komponen Technoware
1 Peraturan Lingkungan Perusahaan harus mampu memperbaiki atau mengikuti
peraturan lingkungan yang standart dimana perusahaan
setidaknya harus melakukan adanya perawatan lingkungan
dalam waktu tertentu, agar suasana lingkungan di ruang
produksi menjadi bersih dan jauh dari kata kotor.
Komponen infoware
2 Pembaharuan informasi a. Perusahaan harus selalu melakukan pembaharuan
informasi dengan cara meng-up date informasi baru ke
web yang sudah ada pada perusahaan,agar perusahaan
sendiri lebih mudah dalam memasarkan produk kepada
konsumen.
b. Perusahaan harus selalu melakukan pembaharuan
informasi dengan cara meng-up date informasi baru ke
web yang sudah ada pada perusahaan,agar peluang
pesaing dalam memasarkan produknya lebih sempit.
Komponen Orgaware
3. Oriantasi terhadap Stakeholder a. Perusahaan harus memiliki sistem pengukuran kinerja
pekerja,agar pimpinan sendiri dapat mengetahui
kinerjadari pekerjanya,agar nantinya tidak ada masalah
dalam pemasaran produk kepada konsumen.
b. Perusahaan harus memiliki sistem pengukuran kinerja
pekerja,agar pimpinan sendiri dapat mengetahui kinerja
dari pekerjanya, hal ini bertujuan agar perusahaan
sendiri nantinya dapat menjaga adanya persaingan antar
perusahaan.
4. Iklim Inovasi a. Pimpinan mengajukan usulan inovasi baru pada produk.
b. Perusahaan diharapkan mampu berinovasi agar
perusahaan sendiri mampu bersaingdengan perusahaan
lain yang sejenis
Dengan perancangan strategi seperti Tabel 5 diharapkan kriteria komponen teknologi yang lemah dapat diperbaiki
sehingga mampu berdaya saing dengan kompetitor yang ada.
Simpulan
Kontribusi teknologi pada perusahaan yang diteliti, berada pada tingkat klasifikasi baik. Tingkat teknologi
perusahaan yang diteliti termasuk pada semi modern. Strategi yang dapat digunakan untuk memperbaiki kelemahan
pada perusahaan adalah (a) Perusahaan harus mampu memperbaiki atau mengikuti peraturan lingkungan yang
standart dimana perusahaan setidaknya harus melakukan adanya perawatan lingkungan dalam waktu tertentu, agar
suasana lingkungan diruang produksi menjadi bersih dan jauh dari kata kotor. (b) Perusahaan harus selalu
melakukan pembaharuan informasi dengan cara meng-up date informasi baru ke web yang sudah ada pada
perusahaan, agar perusahaan sendiri lebih mudah dalam memasarkan produk kepada konsumen dan agar peluang
pesaing dalam memasarkan produknya lebih sempit. (c) Perusahaan harus memiliki sistem pengukuran kinerja
pekerja, agar pimpinan sendiri dapat mengetahui kinerja dari pekerjanya, agar nantinya tidak ada masalah dalam
pemasaran produk kepada konsumen dan agar perusahaan sendiri nantinya dapat menjaga adanya persaingan antar
perusahaan.

 

 

Sebagai ajang untuk melakukan Pemilihan Ketua Badan Kejuruan Teknik Industri ( BKTI ) di Lingkungan Persatuan Insinyur Indonesia

( PII ). BKTI merupakan Representatif eksistensi Teknik Industri dalam Wadah PII.

Acara di laksanakan pada hari Rabu tgl 18 Nopember 2015 pukul 09.00 – 12.00 Wib di Ruang Rajawali lt 2 Gedung Kementerian Perindustrian – Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Hanya ada Yang Lebih Baik BUKAN yang Terbaik