Call for Papers – Achdiat : Teknologi is Economic Growth

 

 

Bagi negara berkembang seperti kita Indonesia masalah pendidikan dan pelatihan keinsinyuran merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar dalam rangka melaksanakan Lompatan Besar Keinsinyuran dan Iptek untuk meningkat menjadi negara berteknologi maju. 1. Keinsinyuran dan Inovasi Teknologi , instrumen terpenting Perang Ekonomi Global. Keinsiyuran sekarang merupakan salah satu instrumen peradaban terpenting untuk membangun kemajuan dan kesejahteraan masyarakat bangsa. Para tokoh terkemuka dunia sering menyatakan: ”Engineering & Technology is the driving engine for economical growth & wellfare of nation”. Walaupun demikian, sejarah memberi banyak bukti bahwa memberi kemajuan industri, ekonomi dan kesejahteraan, ternyata keinsinyuran/IPTEK juga membawa banyak perubahan pada hubungan sosial politik dalam masyarakat, mempengaruhi keseimbangan sistem nilai dan hubungan sesama umat manusia. Hubungan harmoni antar bangsa makin kompleks, era kolonialisasi, imperialisme, adalah masa lalu. Penjajahan sekarang bersifat terselubung melalui penjajahan ekonomi dan teknologi (Soft power) dan juga penjajahan pemikiran atau nilai budaya (mind set/life style). Sekarang ini praktis semua negara didunia sedang mengalami krisis finansial yang menghambat industrialisasi dinegara berkembang dan sambil mengarah “de-industrialisasi” pada sektor yang bersaing dan dikuasai negara maju. Bagi Negara berkembang seperti kita tak ada pilihan lain harus mengupayakan penguasaan teknologi dan Keinsinyuran melalui kerjasama international, atau transaksi perdagangan komersial maupun dengan melakukan litbang, iptek dan pengembangan Keinsinyuran. Hanya dengan menguasai iptek, teknologi dan Keinsinyuran secara mandiri dan berdaulat kita akan dapat membangun kesejahteraan masyarakat dan martabat bangsa sesuai Pancasila dan UUD 45. 2. UU No 11/2014 tentang Keinsinyuran perlu menjadi payung hukum yang mumpuni. UU No 11/2014 menetapkan ketentuan umum Keinsinyuran adalah kegiatan teknik dengan menggunakan kepakaran dan keahlian berdasarkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya guna secara berkelanjutan dengan memperhatikan keselamatan, kesehatan, kemaslahatan, serta kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Insinyur adalah seseorang yang mempunyai gelar profesi dibidang Keinsinyuran. Praktik Keinsinyuran adalah penyelenggaraan kegiatan Keinsinyuran. Definisi umum dan lingkup dasar Insinyur versi Wikipedia (dalam bahasa Inggris): An engineer is a professional practitioner of Engineering, concern in applying scientific knowledge, mathematics, and ingenuity to develop solutions for technical problems. Engineers design materials, structures, and systems while considering the limitations imposed bypracticality, regulation, safety and cost. The word engineer is derived from Latin roots Ingeniare (“to contrive, device”) and Ingenium (“cleverness”). The work of engineers forms the links between scientific discoveries and their subsequent applications to human needs and quality of life. In short, engineers are versatile minds who create links between science, technology and society. Penemuan pesat Ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi, membawa perkembangan yang kompleks pada lapangan kerja dan usaha keinsinyuran baik dari segi Disiplin Teknik maupun Cakupan Bidang Usaha diberbagai sektor industri dan perdagangan. Hal 1 dari 5 Dalam praktek insinyur bekerja dengan jabatan berdasarkan jalur kejuruan/spesialisasi keilmuan yang pada hakikatnya merupakan turunan dari Disiplin Teknik yang diatur UU No. 11/2014. Kejuruan yang berkembang didunia kerja terliputi didalam BK-BK dilingkungan PII dan HK diluar PII. Umumnya setiap kejuruan BK terkait dengan Program studi/Jurusan/Fakultas di Perguruan Tinggi Teknik yang secabang rumpun ilmunya. Demikian juga dari segi Bidang Pekerjaan atau Sektor Usaha/Jasa, umumnya lapangan kerja/usaha insinyur melayani Pengguna dan Pemanfaat Keinsinyuran pada berbagai bidang usaha/jasa yang juga merupakan turunan dari Cakupan Bidang yang diatur UU no 11/2014. Dalam hal Insinyur melayani Pengguna Keinsinyuran (pemberi kerja langsung) umumnya ciri karakteristik pekerjaan dapat diklasifikasi berbasis fungsi keinsinyuran dalam daur siklus hidup teknologi dan fungsi pelayanan publik. Sedang lapangan kerja yang melayani Pemanfaat Keinsinyuran (tidak langsung) umumnya dapat dikelompokan sesuai klasifikasi sektor usaha yang dianut oleh berbagai forum otoritas seperti Badan Pusat Statistik (BPS), APEC/ASEAN CCS, WTO dsb. Untuk menegakkan UU Keinsinyuran sebagai payung hukum tertinggi profesi Keinsinyuran yang mumpuni, Pengurus Pusat PII bersama BK perlu menyiapkan konsep untuk Dewan Insinyur Indonesia untuk ketetapan turunan pengaturan Cakupan Keinsinyuran, yaitu Disiplin Teknik dan Cakupan Bidang agar pembinaan dan penyelenggaraan profesi Keinsinyuran terkelola secara effektif, efisien untuk membangun keunggulan dan daya saing Keinsinyuran Indonesia.