CALL FOR PAPERS : Usulan Penerapan Tools Analisis Statistik dalam Analisa Performansi pada Perusahaan Telekomunikasi

Usulan Penerapan Tools Analisis Statistik dalam
Analisa Performansi pada Perusahaan Telekomunikasi

Oleh: Yeris Permata Octarina
1. Pendahuluan
Dewasa ini, banyak perusahaan yang memanfaatkan big data sebagai referensi dalam strategi perusahaan dan dalam membuat keputusan bisnis untuk berkompetisi di dunia bisnis baik domestik maupun global. Studi kasus pada penulisan ini adalah perusahaan telekomunikasi. Friedrich (2015) menyatakan bahwa trend global saat ini menunjukkan perusahaan telekomunikasi mengalami stagnansi, sementara itu, layanan OTT (over-the-top) seperti Facebook, Google, Netflix justru mendapat popularitas yang lebih tinggi sebagai revenue generator dibanding operator penyedia jasa telekomunikasi.
Untuk meningkatkan daya saing, perusahaan harus memanfaatkan big data sebagai tools analisa yang dapat dijadikan pertimbangan dalam mengambil keputusan bisnis untuk menjadi keberlangsungan perusahaan telekomunikasi.
Studi kasus pada penelitian ini membahas pengelolaan data yang ada pada Dept. Community Business Plan and Performance Analysis di Perusahaan Operator Telekomunikasi PT ABC. Segmen pasar departemen ini yaitu komunitas tertentu (contoh : anak sekolah, komunitas kampus, komunitas hobi).
Pengukuran kinerja Dept. Community Business Plan and Performance Analysis PT ABC dapat mempengaruhi cara pengambilan keputusan bisnis. Adapun tugas utama dari departemen ini meliputi: 1) Reporting; 2) Analysis; 3) Business Plan.

CALL FOR PAPERS : SISTEM PELUMAS DENGAN DISTRIBUSI DAN ASUMSI FUNGSI LAJU KEGAGALAN KURVA BATHTUB

SISTEM PELUMAS DENGAN DISTRIBUSI DAN ASUMSI FUNGSI LAJU KEGAGALAN KURVA BATHTUB
Tungga Bhimadi

Abstrak
Jadwal periodik perawatan komponen ditentukan dengan mempertimbangkan salah satu aspek keselamatan, yaitu keandalan. Evaluasi keandalan dilakukan untuk kondisi belum operasi sebagai keandalan prediksi, dan yang sesudah disebut keandalan koreksi. Evaluasi keandalan prediksi sistem pelumas ini menggunakan distribusi dan asumsi fungsi laju kegagalan kurva bathtub. Sebagai latar belakang, sampai saat ini, prosedur dan metodologi perawatan sistem berbasis keandalan belum populer disampaikan, dan bukan sekedar diberikan buku manual, untuk memastikan sistem yang dioperasikan apakah dengan keandalan sesuai persyaratan. Untuk kesesuaian itu, metodologi diusulkan dengan tiga lingkup keandalan prediksi sistem, yaitu: penjajaran keandalan selang dalam satu komponen, sejumlah keandalan komponen dari awal operasi sampai life time, dan sebuah keandalan sistem dari akumulasi sesuai konfigurasi. Keandalan prediksi komponen dan sistem pelumas terdiri dari tiga fase dengan total umur 36 tahun. Hasil penelitian adalah pilihan kurva Keandalan Prediksi Sistem Pelumas dengan evaluasi iteratif sampai mendapatkan keandalan sesuai persyaratan. Sebagai kesimpulan awal, makin besar pilihan fase-3 untuk umur fase-1 yang sama maka makin besar umur sistem mencapai regulasi, tetapi makin besar pilihan fase-1 untuk umur fase-3 yang sama maka makin kecil umur sistem mencapai regulasi.
Kata kunci: keandalan prediksi, laju kegagalan, akumulasi, konfigurasi
Abstract
Maintenance schedule of component is determined by considering one of safety aspects, reliability. Reliability evaluation is done before operating conditon as prediction reliability. Reliability which is done during operating condition called corection reliability. Evaluate onto prediction on reliability of this lubrication system uses distribution equation and assumption of bathtub curve failure rate function. As a background, so far maintenance procedure and maintenance methodology of system based on reliability have not been popular. To make sure that operating system use reliability appropriate with requirement, not just by delivering manual. To guarantee the appropriateness, I propose methodology with three scopes of prediction reliability system, they are : interval reliability alignment in one component, some of component reliability from the beginning of operation upto life time, and one value of system reliability based on accumulation and configuration. Prediction reliability of component of Lubrication System consist of three phases which are aged 36 years. Result of the research is choices of prediction reliability curves of Lubrication System by evaluating reliability itteratively until produce reliability appropriate with requirement. As a preliminary conclusion, larger life in choice of phase-3 for the same age of phase-1, it is longer for system to reach regulation. Larger choice of phase-1 for the same age of phase-3, it is shorter for system to reach regulation.
Key words : prediction reliability, failure rate, accumulation, configuration

CALL FOR PAPERS : METODE PEMETAAN POTENSI DAN MANAJEMEN BAHAYA KEBAKARAN INDUSTRIAL DI RUANG TERTUTUP

METODE PEMETAAN POTENSI DAN MANAJEMEN BAHAYA KEBAKARAN INDUSTRIAL DI RUANG TERTUTUP
Abstrak
Kemungkinan terjadinya kebakaran industrial di ruang tertutup ditentukan oleh potensi terbentuknya segitiga api dalam kawasan pabrik. Dua komponen segitiga api yang perlu mendapat perhatian khusus adalah keberadaan bahan yang dapat terbakar (jumlah, jenis, karakteristik mampu nyala termasuk temperatur autoignition, dan orientasi peletakannya) dan sumber panas potensial di setiap lokasi, sedangkan jumlah oksigen dianggap tidak terbatas sehingga tidak dipertimbangkan. Pemetaan potensi kebakaran direkomendasikan dilakukan untuk mengefektifkan tindakan pencegahan dan proteksi kebakaran (aktif dan pasif), termasuk untuk memaksimalkan kecepatan pemadaman dan meminimalkan kecepatan penyebaran api. Perubahan tata letak bahan yang dapat terbakar dan pemberian sekat antar ruang, secara teoritis dapat mengurangi panjang rantai titik api dan menahan kecepatan/ luasan penyebaran api. Kata kunci: pemetaan, kebakaran industrial, segitiga api, autoignition

Call for Papers : Kajian Ekonomis Awal Penggunaan Teknologi Ekspander dalam Penghematan Energi Sistem Pendingin di Dunia Industri Indonesia ( by Alison S. )

Kajian Ekonomis Awal Penggunaan Teknologi Ekspander dalam Penghematan Energi
Sistem Pendingin di Dunia Industri Indonesia

Abstrak
Sistem pendingin mengonsumsi energi sangat besar di Indonesia. Teknologi ekspander, yang mendayagunakan energi ekspansi yang biasa terbuang percuma dalam sistem pendingin konvensional, menawarkan
solusi yang menjanjikan dengan penghematan energi sekitar 7% untuk sistem pendingin berbasis refrigeran
R22. Namun demikian, penambahan ekspander ke sistem pendingin tentunya meningkatkan harga sistem
pendingin. Dalam kajian ini, aspek finansial dari penggunaan ekspander pada sistem-sistem pendingin di
dunia industri Indonesia diselidiki. Sistem yang dikaji meliputi berbagai ukuran. Efektifitas diukur dari
jumlah energi dan biaya listrik yang dihemat berdasarkan skema biaya TDL industri Indonesia. Prediksi
perubahan TDL pun dimasukkan untuk membuat kajian ini lebih efektif. Dari data yang dikumpulkan,
periode pengembalian instalasi ekspander dapat dihitung. Ditemukan bahwa pemasangan ekspander sangat
menarik untuk dipakai dalam sistem pendingin industri skala menengah hingga sangat besar Indonesia
dengan periode pengembalian antara 3-4 tahun.
1. Pendahuluan
Sistem pendingin adalah bagian integral dalam kehidupan modern, baik untuk kebutuhan industri maupun
untuk kenyamanan manusi

Call for Paper : KEANDALAN PREDIKSI SISTEM PELUMAS DENGAN DISTRIBUSI DAN ASUMSI FUNGSI LAJU KEGAGALAN KURVA BATHTUB (by Tungga B.)

KEANDALAN PREDIKSI SISTEM PELUMAS DENGAN DISTRIBUSI DAN ASUMSI FUNGSI LAJU KEGAGALAN KURVA BATHTUB

Abstract
Maintenance schedule of component is determined by considering one of safety
aspects, reliability. Reliability evaluation is done before operating conditon as prediction
reliability. Reliability which is done during operating condition called corection reliability.
Evaluate onto prediction on reliability of this lubrication system uses distribution equation
and assumption of bathtub curve failure rate function. As a background, so far maintenance
procedure and maintenance methodology of system based on reliability have not been
popular. To make sure that operating system use reliability appropriate with requirement, not
just by delivering manual. To guarantee the appropriateness, I propose methodology with
three scopes of prediction reliability system, they are : interval reliability alignment in one
component, some of component reliability from the beginning of operation upto life time,
and one value of system reliability based on accumulation and configuration. Prediction
reliability of component of Lubrication System consist of three phases which are aged 36
years. Result of the research is choices of prediction reliability curves of Lubrication System
by evaluating reliability itteratively until produce reliability appropriate with requirement. As
a preliminary conclusion, larger life in choice of phase-3 for the same age of phase-1, it is
longer for system to reach regulation. Larger choice of phase-1 for the same age of phase-3,
it is shorter for system to reach regulation.
Key words : prediction reliability, failure rate, accumulation, configuration
PENDAHULUAN
Penerapan sehari-hari dari buku manual per

Call for Papers : Web-Enabled Online Learning Based on Online Video Tutorial: Developing a Conceptual Model for Online Knowledge Sharing ( by Bramantiyo EP )

Web-Enabled Online Learning Based on Online ; Video Tutorial: Developing a Conceptual Model
for Online Knowledge Sharing

Abstract
Information technology development gives major
impact on the activity of knowledge sharing. Traditionally
knowledge sharing is no longer cost effective and convenient with
current business conditions. Barriers of traditional knowledge
sharing can be solved by combining knowledge sharing tools,
such as Web 2.0 and multimedia. Those tools are integrated in
video tutorials on web-enabled online learning. From previous
researches, there were some factors that influenced traditional
knowledge sharing. Therefore, this paper is intented to
theoretically investigate the factors that influenced knowledge
sharing in the online environment. By conducting a systematic
literature review, four factors from tacit and explicit knowledge
sharing were found to be present on this online environment
concepts. These factors have been analyzed from the synthesis of
tacit knowledge sharing and explicit knowledge sharing factors.
The results showed traditional knowledge sharing factors comply
with some factors in the online environment. The relationships
have been illustrated in a conceptual framework, suggesting
further empirical studies to acknowledge findings of this study.
Keywords—tacit knowledge sharing, explicit knowledge
sharing, web-enabled online learning, online video tutorial, Web
2.0

Call for Papers – Achdiat : Teknologi is Economic Growth

 

 

Bagi negara berkembang seperti kita Indonesia masalah pendidikan dan pelatihan keinsinyuran merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar dalam rangka melaksanakan Lompatan Besar Keinsinyuran dan Iptek untuk meningkat menjadi negara berteknologi maju. 1. Keinsinyuran dan Inovasi Teknologi , instrumen terpenting Perang Ekonomi Global. Keinsiyuran sekarang merupakan salah satu instrumen peradaban terpenting untuk membangun kemajuan dan kesejahteraan masyarakat bangsa. Para tokoh terkemuka dunia sering menyatakan: ”Engineering & Technology is the driving engine for economical growth & wellfare of nation”. Walaupun demikian, sejarah memberi banyak bukti bahwa memberi kemajuan industri, ekonomi dan kesejahteraan, ternyata keinsinyuran/IPTEK juga membawa banyak perubahan pada hubungan sosial politik dalam masyarakat, mempengaruhi keseimbangan sistem nilai dan hubungan sesama umat manusia. Hubungan harmoni antar bangsa makin kompleks, era kolonialisasi, imperialisme, adalah masa lalu. Penjajahan sekarang bersifat terselubung melalui penjajahan ekonomi dan teknologi (Soft power) dan juga penjajahan pemikiran atau nilai budaya (mind set/life style). Sekarang ini praktis semua negara didunia sedang mengalami krisis finansial yang menghambat industrialisasi dinegara berkembang dan sambil mengarah “de-industrialisasi” pada sektor yang bersaing dan dikuasai negara maju. Bagi Negara berkembang seperti kita tak ada pilihan lain harus mengupayakan penguasaan teknologi dan Keinsinyuran melalui kerjasama international, atau transaksi perdagangan komersial maupun dengan melakukan litbang, iptek dan pengembangan Keinsinyuran. Hanya dengan menguasai iptek, teknologi dan Keinsinyuran secara mandiri dan berdaulat kita akan dapat membangun kesejahteraan masyarakat dan martabat bangsa sesuai Pancasila dan UUD 45. 2. UU No 11/2014 tentang Keinsinyuran perlu menjadi payung hukum yang mumpuni. UU No 11/2014 menetapkan ketentuan umum Keinsinyuran adalah kegiatan teknik dengan menggunakan kepakaran dan keahlian berdasarkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya guna secara berkelanjutan dengan memperhatikan keselamatan, kesehatan, kemaslahatan, serta kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Insinyur adalah seseorang yang mempunyai gelar profesi dibidang Keinsinyuran. Praktik Keinsinyuran adalah penyelenggaraan kegiatan Keinsinyuran. Definisi umum dan lingkup dasar Insinyur versi Wikipedia (dalam bahasa Inggris): An engineer is a professional practitioner of Engineering, concern in applying scientific knowledge, mathematics, and ingenuity to develop solutions for technical problems. Engineers design materials, structures, and systems while considering the limitations imposed bypracticality, regulation, safety and cost. The word engineer is derived from Latin roots Ingeniare (“to contrive, device”) and Ingenium (“cleverness”). The work of engineers forms the links between scientific discoveries and their subsequent applications to human needs and quality of life. In short, engineers are versatile minds who create links between science, technology and society. Penemuan pesat Ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi, membawa perkembangan yang kompleks pada lapangan kerja dan usaha keinsinyuran baik dari segi Disiplin Teknik maupun Cakupan Bidang Usaha diberbagai sektor industri dan perdagangan. Hal 1 dari 5 Dalam praktek insinyur bekerja dengan jabatan berdasarkan jalur kejuruan/spesialisasi keilmuan yang pada hakikatnya merupakan turunan dari Disiplin Teknik yang diatur UU No. 11/2014. Kejuruan yang berkembang didunia kerja terliputi didalam BK-BK dilingkungan PII dan HK diluar PII. Umumnya setiap kejuruan BK terkait dengan Program studi/Jurusan/Fakultas di Perguruan Tinggi Teknik yang secabang rumpun ilmunya. Demikian juga dari segi Bidang Pekerjaan atau Sektor Usaha/Jasa, umumnya lapangan kerja/usaha insinyur melayani Pengguna dan Pemanfaat Keinsinyuran pada berbagai bidang usaha/jasa yang juga merupakan turunan dari Cakupan Bidang yang diatur UU no 11/2014. Dalam hal Insinyur melayani Pengguna Keinsinyuran (pemberi kerja langsung) umumnya ciri karakteristik pekerjaan dapat diklasifikasi berbasis fungsi keinsinyuran dalam daur siklus hidup teknologi dan fungsi pelayanan publik. Sedang lapangan kerja yang melayani Pemanfaat Keinsinyuran (tidak langsung) umumnya dapat dikelompokan sesuai klasifikasi sektor usaha yang dianut oleh berbagai forum otoritas seperti Badan Pusat Statistik (BPS), APEC/ASEAN CCS, WTO dsb. Untuk menegakkan UU Keinsinyuran sebagai payung hukum tertinggi profesi Keinsinyuran yang mumpuni, Pengurus Pusat PII bersama BK perlu menyiapkan konsep untuk Dewan Insinyur Indonesia untuk ketetapan turunan pengaturan Cakupan Keinsinyuran, yaitu Disiplin Teknik dan Cakupan Bidang agar pembinaan dan penyelenggaraan profesi Keinsinyuran terkelola secara effektif, efisien untuk membangun keunggulan dan daya saing Keinsinyuran Indonesia.

Hanya ada Yang Lebih Baik BUKAN yang Terbaik